Langsung ke konten utama

Latihan Soal Sistem Digital Sistem Bilangan , Operasi , Kode , Gerbang Logika

Latihan Soal Sisdig
Genap 2016/2017
Sistem Bilangan, Operasi, Kode, Gerbang Logika
  1. Konversikan Bilangan Biner ke Desimal
    1. 11001010 b. 01100011 c. 101011
  2. Konversikan Bilangan Biner ke Oktal
    1. 111001010 b. 101100011 c. 101011
  3. Konversikan Bilangan Biner ke Heksadesimal
    1. 110010101111 b. 011000110111 c.101011001100
  4. Konversikan Bilangan Desimal ke Biner
    1. 99 b.67 c.131
  5. Konversikan Bilangan Desimal ke Oktal
    1. 99 b.67 c.131
  6. Konversikan Bilangan Desimal keHeksadesimal
    1. 99 b.67 c.131
  7. Konversikan Bilangan Heksadesimal ke Biner
    1. 20B b.FF0 c. 33D
  8. Konversikan Bilangan Heksadesimal ke Desimal
    1. 20B b.FF0 c. 33D
  9. Konversikan Bilangan Oktal ke Desimal
    1. 771 b.273 c. 654
  10. Konversikan Bilangan Oktal ke Biner
    1. 771 b.273 c. 654
  11. Operasikan Bilangan biner di bawah ini
    1. 110011+001111 b. 010101+1111 c. 101011+000011
  12. Operasikan Bilangan biner di bawah ini
  1. 10111-1111 e. 11011-1001 f. 100001-1011
  1. Bagaimanakah jika Angka desimal -44 dituliskan ke dalam 8 bit biner bertanda dengan metode:
    1. Sign bit b. komplemen-1 c. komplemen-2
  2. Buatlah tabel kebenaran 3 inputan A, B, C untuk gerbang logika di bawah ini serta  gambarkan simbol dan persamaannya
    1. AND b. OR
  3. Buatlah tabel kebenaran 3 inputan A, B, C untuk gerbang logika di bawah ini serta  gambarkan simbol dan persamaannya
    1. NAND b. NOR
  4. Buatlah tabel kebenaran 3 inputan A, B, C untuk gerbang logika di bawah ini serta  gambarkan simbol dan persamaannya
    1. XOR b. XNOR
Gambar  DI bawah ini digunakan untuk soal 17- selesai


  1. Gambarkan hasil output ketika masing-masing input A, B, dan C dioperasikan dengan gerbang logika NOT
  2. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A.B b.  A.C c. B.C
  3. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A+B b.  A+C c. B+C
  4. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. (A.B)’ b.  (A.C)’ c.  (B.C)’
  5. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. (A+B)’ b.  (A+C)’ c. (B+C)’
  6. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A Xor B b.  A Xor C c. B Xor C
  7. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A Xnor B b.  A Xnor C c. B Xnor C
  8. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A.B.C b.  (A.B.C)’
  9. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A+B+C b.  (A+B+C)’
  10. Gambarkan hasil outputnya untuk inputan dan operasi dengan gerbang logika berikut:
    1. A Xor B Xor C c. A Xnor B Xnor C


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebiasaan-kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Seorang Scooterist

Sekedar iseng-iseng nulis berdasarkan pengalaman pribadi tentang kebiasaan-kebiasaan buruk yang gak boleh kita lakukan sebagai scooterist. 1.Tidak membawa toolkit,cadangan spare parts dan ban serep Ada anggapan kalau naik vespa gak bawa toolkit itu sama dengan bunuh diri.Mungkin hal itu ada benarnya     karena bayangin kalau lagi di tengah hutan belantara malem-malem trus mogok dan gak bawa toolkit tebak aja jadinya. Bisa-bisa nginep bareng sama kuntilanak tuh. Tidakmembawa ban serep juga akibatnya hampir sama dengan tidak membawa toolkit dan cadangan spare part. Dan ditambah lagi harus dorong vespa yang berat karena ban kempes ke tukang tambal ban terdekat 2.Membiarkan karet bodi aus Karet bodi aus membuat posisi mesin menjadi miring sehingga kalau dinaikin vespa jadi terasa berat sebelah. Kalau lagi turing hal ini lama kelamaan akan membebani dan bikin cepat lelah. 3.Menceperkan vespa dengan mencopot engine mounting Hal ini perlu dihindari karena dengan mencopot engine ...

Tugas Logika Fuzzy

1.        Kita perlu menggunakan logika fuzzy saat kita menemukan suatu kondisi ketidakpastian dan tidak bisa dikategorikan menggunakan himpunan tegas, misalnya untuk kategori usia (muda , tua); mengkategorikan tinggi badan   dari sekumpulan orang dan hal lainnya yang mengandung ketidakpastian 2.          A.       Domain Keseluruhan nilai yang diinginkan   dalam semesta pembicaraan dan boleh dioperasikan dalam himpunan fuzzy B.       Variabel Fuzzy merupakan variabel yang akan dibahas dan dibicarakan pada system Logika Fuzzy C.       Semesta Pembicaraan merupakan keseluruhan nilai yang diperbolehkan dalam himpunan D.       Derajat Keanggotaan: Nilai yang menunjukkan keanggotaan dari tiap anggota domain denngan nilai 0 -1 , semakind ekat dengan 1 artinya semakin kuat   anggota tersebut dalam suatu d...

Penerapan Algoritma Naives Bayes dalam menentukan Student Staff terpilih

P e nerapan A lgoritma Naives Bayes dalam menentukan Student Staff terpilih Studi Kasus Rekrutmen Student Staff Kantor Kerjsama dan promosi UAJY   tahun 201 9 Abstrak Proses seleksi dalam mencari seorang karyawan   sudah dilakukan sejak lama. Proses ini dapat memakan waktu cukup banyak apabila calon karyawan   yang mendaftar cukup banyak. Pada paper ini akan dibahas dengan studi kasus pada Rekrutmen Student Staff KKP UAJY tahun 2019. Naives Baiyes adalah sebuah algoritma klasifikasi dalam data mining yang digunakan untuk menemukan pola informasi yang bermanfaat.   Dengan algoritma ini kita dapat melakukan prediksi pada suatu data dengan kondisi tertentu apakah akan masuk ke kelas yang sama dengan data sebelumnya. Dengan Menggunakan Algoritma Naives Bayes kita dapat menentukan suatu kandidat akankah diterima   atau tidak berdasarkan kumpulan data yang sudah diolah. Sehingga dapat disimpulkan data mining membantu pekerjaan kita. Kata Kunci: Penerapan A...